Kamis, 30 Desember 2010
Cara Untuk Mendapatkan Seseorang
Aku ada sedikit ilmu ni buat para jomblowan dan jomblowati, jika kita suka pada seseorang pada pandangan pertama sedang kita tidak mengetahui namanya maka pada malam hari Sholatlah 2 rokaat kemudian niatkan memohon kepada Allah untuk membalik Hati orang yang kita tuju. So ikhlaskan dirimu karena Allah bukan karena supaya cepat berhasilnya cara ini. Bayangkanlah wajah doi kemudia bacalah Al fatihah 41x dilanjutkan basmalah 129x dan terakhir Asma Ya wadudu 1000x lakukan selama 7 malam, biasanya pada hari ke 3 da berhasil tapi tetap lanjutkan sampai malam ke 7 supaya hasilnya lebih maksimal. @@@
Selasa, 21 Desember 2010
Kenangan Terakhir
Hari ini pengumuman kelulusan SMA. Terdengar namaku dari kelas. Aku diberi sepucuk surat kelulusan, ku buka lalu ku baca. “KAMU LULUS” terpampang di surat itu. Ku dengar aku juga mendapat NEM tertinggi di sekolah. Aku mengucapkan syukur, lalu ku tutup kembali surat kelulusan itu.
Aku ingat pesan ayahku, bahwa aku harus kuliah di Singapura. Hum, ngomong-ngomong, aku sudah lama tidak bertemu dengan Fadil, kekasihku. Karena ujian, aku tidak dapat bertemu dengan Fadil. Segera ku telpon Fadil, aku ingin bertemu dengannya di taman kota. Fadil mengiyakan dengan girang.
Beberapa menit di rumahku, terdengar suara Fadil yang memanggilku. Segera ku buka pintu. “Fanissa ! Kebetulan, aku lama banget nggak ketemu kamu. Bagus gak nilainya?”tanya Fadil yang terlihat cool. “Hehe, bagus kok, Dil. Tadi kamu nggak ke sekolah?”tanyaku. “Aku pertama datang ke sekolah”jawabnya sambil tertawa. “Ayo Dil, ke taman kota”ajakku. “Ok”katanya sambil merangkulku.
Sampai di taman kota, Fadil tiba-tiba berdiri menyembunyikan sesuatu di hadapanku. “SURPRISE!”seru Fadil sambil memberikan sebuah bingkisan kado. “Selamat ulang tahun, my baby. Moga-moga panjang umur, makin alim n makin pintar” ucap Fadil. Oh ya, aku sampai lupa bahwa hari ini ulang tahunku! “Thanks my Fadil” ucapku sambil tertawa. “OK!”jawab Fadil sambil membelai kepalaku.
“Dil, aku harus kuliah di Singapura. Kamu keberatan nggak?”tanyaku pelan. Aku tidak mau hari yang bahagia ini jadi hancur gara-gara ini. “…..Nggak kok”jawab Fadil sedikit murung. “Yang penting kamu pintar deh!”celetuk Fadil tersenyum. “Buka kadonya, dong”suruh Fadil. “Ok”kataku sambil membuka kado dari Fadil. Sebuah boneka berbulu putih besar dan di lehernya ada lonceng yang berbunyi bila digoyangkan. Aku menyukai boneka itu. Menggemaskan. “Kamu nggak suka, ya?”Tanya Fadil kecewa, karena takut kadonya itu tidak sama sekali menarik perhatianku. “Aku suka kok, thanks. Boneka ini akan ku bawa ke Singapura”jawabku gembira. Fadil mengangguk lalu mengantar aku ke rumah.
Beberapa minggu kemudian, aku bersiap pergi ke bandara untuk terbang ke Singapura, ditemani ibuku, ayahku dan pastinya Fadil. Fadil terlihat murung. “Dil, aku mau ke Singapura. Jaga diri kamu baik-baik ya”ucapku sambil menangis. “Aku akan menunggu kamu sampai kamu pulang ke Indonesia”balasnya sambil menahan tangis. Ia terlihat pucat pasi. Seperti menyembunyikan sesuatu. Fadil lalu memelukku. Aku rasanya ingin menangis terisak-isak di dekapannya.
“Mom, dad, Fanissa harus pergi. Bye dad, bye mom”ucapku sambil memeluk ayah dan ibuku. Lalu aku masuk ke dalam pesawat.
Di Singapura, keadaan lebih aman daripada Indonesia. Saat aku mengelilingi tempat-tempat Singapura,aku melihat banyak orang yang nge-date. Tiba-tiba hatiku rindu pada Fadil. Aku pulang ke apartemen tempat tinggalku di Singapura, aku menuju ke ruanganku dan aku melirik boneka kucing pemberian Fadil. “Ah, aku dah lama nggak ketemu dia”batinku. Aku memeluk boneka itu sambil membaca buku kuliahku.
Dua bulan kemudian, akhirnya aku kembali ke Indonesia. Aku sudah tidak sabar bertemu Fadil. Hari ini aku pergi ke rumah Fadil. “Assalamu’alaikum”ucapku di depan pintu rumah Fadil. “Waalaikum salam”balas Tante Rina, ibu Fadil. “Eh Fanissa…”tegur Tante Rina terlihat sedih. “Kenapa tante?”tanyaku mulai tak enak hati. “Maaf Sa, sebenarnya………..” Tante Rina tak meneruskan ceritanya. “Sebenarnya kenapa tante?”tanyaku lagi. “Fadil….Fadil… meninggal. Ia mempunyai penyakit jantung dari kecil. Ia meninggalkan surat ini untuk Fanissa”cerita Tante Rina sedih. “APA TANTE?”tanyaku tak percaya. Aku seperti kehabisan darah. Mataku perih ingin menangis. Tante Rina memberi surat kepadaku. Aku membaca surat itu.
Fanissa, maafkan aku, ya. Aku sudah lama menyimpan penyakit jantungku darimu. Kalau aku kasih tahu soal ini dari dulu, takutnya kamu akan sedih.
Maafkan aku, karena aku tidak bisa menepati janjiku, ku mohon, jangan menangis. Carilah pengganti yang lebih baik dari ku, selama hidupku kamu adalah yang berharga untukku.
Tolong, maafkan aku Fanissa. Aku tahu kamu sakit hati mendengar kabar ini. Kamu harus jadi perempuan yang tegar.
Ingatlah, kamu nggak pernah sendiri. Aku akan selalu berada di sisimu, aku akan selalu melindungimu :)
Langganan:
Komentar (Atom)